97. Happiness is ready on the table

1390 Kata

Siapa yang tidak mendadak ketakutan hingga hampir lupa bagaimana cara bernafas saat suasana penuh kehangatan dalam pertemuan keluarga yang mau membahas mengenai acara pernikahan mendadak menjadi tegang. Febby jelas takut namun tawa Lukman dan senyum Emily membuat Febby perlahan mulai bisa bernafas. Tawa Lukman meledak. "Tidak perlu tegang, Khav." Lukman berbicara sambil tertawa diikuti oleh kekehan Emily dan kedua orang tua Febby. Pria berusia lanjut itu seakan sudah menahan tawa sedari tadi. Pria itu berusaha keras menghentikan tawanya dan kembali melanjutkan ucapannya. "Papa tidak akan memaksa. Ucapan kamu memang betul dan Papa setuju dengan catatan keluarga Febby juga harus setuju." Lukman dengan bijak memberi wejangan pada Khavi. Ekspresi Khavi berubah dan Aryo Fajar pun menghentikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN