Toshiyuki Ryu Aldyan
perkenalkan namaku adalah Toshiyuki Ryu Aldyan aku adalah lelaki berkebangsaan Indonesia namun aku lahir di shibuya Jepang, ayahku asli orang Jepang Yamamoto Ryu itu adalah ayahku, dan Jenifer Agatha itu adalah ibuku, ibuku adalah orang Indonesia asli orang Manado, aku tinggal dan besar di kota Bali hingga umurku 10 tahun.
saat itu tiba......
aku dan keluargaku mulai berpindah tempat tinggal dari daerah ke daerah lain di Indonesia dan pada akhirnya aku tinggal di Bekasi tepat nya di Cikarang, kota kecil yang banyak menggoreskan kenangan indah (menurutku).
tahun ke tahun aku lewati aku aktif di sekolah, selalu mendapat beasiswa dan aku pun aktif di dunia olahraga,
badminton adalah dunia olahraga yang aku gemari dan aku tekuni, aku bercita - cita ingin menjadi atlet bulutangkis yang hebat seperti Lin Dan.
20 November 2010
aku sparing bersama club bulutangkis ku, aku dari NB SPORT CLUB bersama INDOSPORT CLUB bermain dan bertanding dengan penuh semangat,
hingga pada saat itu tiba - tiba pandanganku terhenti pada satu wanita yang menurut ku sangat menarik sekali, wanita dengan rambut ikal di kuncir kuda rambutnya berwarna coklat, matanya hitam, kulitnya kuning Langsat dan senyumnya sangat indah, membuatku seketika terdiam dan terpana sejenak pada pandangan yang tak bisa ku alihkan lagi....
"Dy.... Dy.... hallo.... Aldy..... eh kamu kok ngelamun...." panggil pak Sigit sembari memetikan jemarinya.
pak Sigit adalah pelatihku di PB (Persatuan Bulutangkis) NB SPORT. Seolah tahu apa yang sedang aku perhatikan. karena mata ku yang selalu tertuju padanya hingga rasanya mata ini ingin kulepaskan karena benar - benar hanya ingin melihat dirinya.....
"hoalah anak ini, itu loh tsany namanya" sahutnya padaku yang masih terdiam terpaku melihat anak gadis manis itu.
"ehh...ehhh... iya pak" terbangun aku dari lamunan panjang itu
"kamu tuh ya.... mbok Yo yang semangat dong latihannya, 1 bulan lagi kamu kan mau turnamen" ucap pak Sigit sembari menepuk pundak ku
aku hanya tersenyum meringis sambil menjawab..
"iya pak siap.... ma maaf pak saya agak kurang fokus" jawabku sambil ter bata-bata
"yowes gak apa-apa" kata terakhir pak Sigit sambil menyervis shuttle c**k ke arahku.
Pukul 15.00 WIB
"huft.....capek juga yah..." gumamku
"iyalah capek apalagi ngga ada yang nyemangatin, hahahaha..." sahut Rafli
"ah elu.....ngagetin aja" jawabku sambil terkaget dari mana datangnya anak itu
Rafli ini adalah teman dekatku PB, yaa.... aku sangat jarang dekat dengan orang lain karna mungkin aku sulit untuk bisa berdekatan dan beradaptasi dengan orang-orang baru dan kebetulan Rafli adalah teman satu kelasku dan dia adalah tetangga rumahku, hingga aku merasa hanya dia yang bisa ku andalkan untuk bisa berkomunikasi dengan ku secara lancar dan tanpa hambatan. ya maklum lah aku ini bukan orang yang pandai mengungkapkan kata - kata bahkan aku cenderung kaku untuk berkomunikasi. aku maklum saja aku orang yang pemalu dan terkadang malah jadi malu - maluin hehe....
di kantin
aku terlihat sangat tidak fokus hari ini, bagaimana aku bisa fokus kalau otak ku sedang memikirkan dia, dan selalu memikirkan dia bahkan aku jadi banyak melamun lantaran dia selalu mondar - mandir dalam fikiranku,
dan kemudian terdengar suara Rafli yang menegurku
"Dy elu kenapa si woi... kurang sehat lu?"
Rafli melemparkan pertanyaan itu sembari memegang kepalaku
"engga kok, emang gue keliatan sakit ya fli?" jawabku
"yah.. dia malah nanya lagi " gumam Rafli
"elu tuh dari tadi ngelamun terus, kenapa si Brodi, gua kira nya kan elu lagi sakit" Rafli pun menyambung pertanyaan itu padaku....
dan ku jawab
"engga ko fli, cuma tadi gue liat sesuatu..."
"heh.... liat apa lu? liat setan?" potong Rafli
"ih bukan, gue liat cewe cantik fli, elu main potong - potong aja ngomongnya gue belom kelar " sambungku sembari kesal
"gue kira elu liat setan Dy , cewek mana Dy? yang mana ? kok elu ngga ngajak-ngajak gue," gurau nya padaku
"coba lu kenal ga ? namanya Tsany kata Pak Sigit" tanyaku pada Rafli seolah-olah aku ada harapan pada Rafli bahwa Rafli tahu soal Tsany ini.
"oh.... si ayam " jawabnya Rafli sambil mengolok ku
"si ayam ?" tanya ku bingung
"iya Dy, panggilannya si ayam, cantik memang tapi judes, tomboy banget lagi, seriusan lu mau deketin dia?" tanya Rafli dengan tatapan mata yang serius padaku
"iya mau dong kenalin sama gue si ayam, si ayam itu fli " tegasku dengan penasaran.
"tapi kalau dia marah jangan salahin gue ya Dy" bisik nya Rafli pada telinga kanan ku sambil mengolok-ngolok ku.
"iya fli aman itu" jawabku dengan semangat.
"yaudah nanti gue kasih pin BBM nya" jawab Rafli sambil pergi membawa botol minum ukuran dua liter milik nya dan mengalungkan Anduk di lehernya.
aku pun merasa senang sekali bahwa Rafli akan memberikan pin BBM Tsany padaku, entah apa jadi nya rasanya wajah senyum Tsany ini selalu terngiang-ngiang di otakku.
bahkan aku mulai terus menerus memikirkan Tsany. waktu pun terus berjalan pada akhirnya selesai juga waktu sparing yang melelahkan ini. akupun mulai bergegas dan mulai Merapi kan semua barang bawaan ku dan me ngecheck semua barang bawaan ku teliti kembali hingga aku yakin bahwa tidak ada barang yang Tertinggal di loker maupun di kamar mandi tempat aku berganti baju tadi.
aku memang memiliki kebiasaan yang menurut teman-temanku aneh tapi, inilah aku, aku selalu melihat dan membenahi barangku dan bahkan mengcrosschek semua barang-barang milikku bahkan aku membersihkan semua barang milikku sendiri, itu adalah sebuah kepuasan untukku, jika apa yang aku pakai dan aku lihat semuanya terlihat bagus, indah dan rapi.
hampir semua orang bilang bahwa aku mengidap OCD ( Obsessive compulsive disorder) adalah gangguan mental yang mendorong penderitanya untuk melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang. Tindakan tersebut ia lakukan untuk mengurangi kecemasan dalam pikirannya.
aku adalah orang yang sangat merasa cemas ketika apa yang aku kenakan kotor, apa yang aku pakai tidak bersih dan apa yang aku bawa tidak aku bawa kembali. tapi aku sangat enjoy dan menikmati yang menurut orang lain ini adalah gangguan mental.
sebenarnya bukan hanya orang yang banyak mengeluhkan itu pada ku dan selfdiagnose yang aku lakukan , aku juga telah memeriksakan nya pada psikiatri, karna menurut ibuku aku adalah anak yang aneh takut pada kotoran dan terlalu berlebihan jika membersikan sesuatu, beda cerita dengan adikku Merry yang tomboy yang tidak takut kotor.
tapi ayah dan ibuku sangat memaklumi kekurangan yang dimiliki oleh anak nya ini, dan aku merasa ter support dari keluarga ku yang menerima kekuranganku.
CLING
handphone ku berdering ternyata ada BBM masuk dari Rafli
"~pin BBM Tsany Anastasya~"
"wah beneran si Rafli" gumamku sambil gembira dan mengetik
"thankyou Brodi"
"urwelbro goodluck ya" jawab Rafli
tak menunggu waktu yang lama aku add BBM Tsany
sambil menunggu Tsany meng ACC aku mulai gelisah, setiap beberapa menit aku mulai terus menerus melihat layar handphone ku, tapi tak kunjung di acc eh Tsany, aku sudah mulai ber negatif thinking tapi aku berusaha meluruskan fikiranku untuk tetap kejalur yang tidak tersesat.
7 hari kemudian
tak kunjung di acc oleh Tsany dan membuat makan dan minumku tak enak bahkan tidur pun tak nyenyak, akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya pada Rafli di kelas
"eh fli" tanyaku sambil menepuk pundak Rafli
"gimana-gimana bro, aman?" tanya Rafli seolah tahu apa yang ingin aku tanyakan padannya
"aman gimana belom di acc nih bro" jawabku sambil menunduk.
"aduhh....gimana sih gitu aja udah sedih" Rafli menanggapi dengan nada mengejek .
"habis sudah seminggu loh, tidak ada respon baik dari Tsany" keluhku
"udah tenang jangan banyak pikiran, gue punya cara" sambil mengejekku
Rafli sepertinya senang sekali melihat aku menderita karna gadis yang lewat-lewat seenaknya di dalam fikiranku yang membuat makan minum dan tidurku tidak tenang.
----------------------------------------
apa ini yang di namakan cinta.....
makan dan minumku terasa tidak tenang......
tidurku terasa tidak nyenyak....
----------------------------------------
aku Toshiyuki Ryu Aldyan laki-laki melankolis yang suka menulis puisi di buku diary.
tapi kali ini Tsany aku harus mengetahui nya aku harus mengenalnya
baru ada perempuan yang membuat ku hampir mati penasaran.
gadis itu membuat pola tidurku kacau, pola makanku kacau, bahkan aku tidak fokus terhadap apa yang aku kerjakan.
Tsany, Tsany, Tsany hanya dia yang aku pikirkan dari detik ke detik dari menit ke menit dari jam ke jam dari hari ke hari bahkan aku setengah gila memikirkan gadis itu.
Rasa ingin memiliki ini makin besar ku rasakan. apalagi saat aku mendengar bahwa Tsany adalah primadona di PB hanya saja sulit untuk melakukan pendekatan padanya, riset demi riset aku lakukan dengan Rafli.
mulai dari siapa Tsany dimana dia sekolah dimana dia tinggal hingga siapa saja teman Tsany.
Tsany membuatku obsesiku menggebu-gebu.