Setelah semua seperti semula, Roro pergi ke aula. Di sana telah ada wanita yang tadi menyebutnya penyihir. Semua orang pun sudah hadir, tapi mereka tidak ada yang berani mengeluarkan suara setelah apa yang tadi mereka saksikan, mereka merasa malu karena dari semua yang hadir ada juga yang menganggap Roro lemah dan hanya memanfaatkan kata keturunan untuk menjadi Ratu Lotus. Namun setelah melihat apa yang dia lajukan pada Selir dan memperbaiki seluruh kekacauan, mereka mungkin akan berpikir urang untuk mendukung sang Selir memberontak. Dan ini sebuah keuntungan yang Roro dapatkan dari hasil kerja kerasnya selama berlatih seminggu ini. “Yang mulia, apa yang akan Anda lakukan dengan wanita itu?” ucap dayang senior sambil menatap Tuannya yang masih diam dan menatap tajam seluruh orang yang ha

