Roro dan sang patih di giring ke tempat yang cukup tertutup, ketika masuk ke sana, keduanya cukup tercengang. Pasalnya ini bukanlah pabrik yang bisa di bilang kecil dengan tampilan seperti itu. Ruangan yang sepertinya tiga kali kamar Roro begitu penuh dengan pekerja dan juga barang-barang yang cukup mencengangkan, membuat keduanya terus menatap sekeliling. Apa lagi ada salah satu robot yang sepertinya ini cukup unik dan terlihat berbeda dari yang lainnya. Bentuknya seperti seekor burung elang dengan persi sedikit besar dari yang aslinya, membuat Roro merasa takjub walaupun perkerjaannya belum selesai dikerjakan. “Apa robot itu pesanan seseorang?” Roro terus menatap robot yang ada di depannya. Sang pemilik langsung gelagapan ketika melihat ke arah mana Roro menunjuk. “Oh itu, emh .

