Sang patih kembali turun dengan membawa sebuah anak panah yang tidak utuh memang, tapi masih bisa di lihat dari manakah benda itu berasal sebab setiap prajurit dari setiap wilayah mempunyai ciri masing-masing dan itulah yang di lakukan Raja terdahulu untuk memberikan keadilan pada mereka karena ketika berperang seluruh rakyat akan merasa berpartisipasi. Bagaimana, apa ada yang kamu dapatkan?” Sang Patih memberikan anak panah tersebut. Roro yang tidak tahu, hanya membolak-balikkan anak panah tersebut sambil menatap bingung dengan sikap sang Patih yang langsung mengeratkan kepalan tangan sambil terlihat begitu marah. “Kamu tahu sesuatu?” sang Patih mengangguk dan berbalik menatap Ratunya. “Kita harus pergi ke suatu tempat. Tapi kamu harus pergi tidak dengan seperti ini.” Sang Patih menat

