Sang Patih tersenyum dan menggeleng, “bukan seperti itu, hanya saja tidak seperti biasanya. Maksudnya ... itu sangat tidak biasa.” Roro sang Ratu mengentakkan bahu, “aku tidak tahu, tapi itulah yang aku inginkan.” Roro bangun dan segera berjalan untuk pergi ke kebun buah kerajaan. Sang Patih mengikutinya dari belakang sambil tersenyum dan terus waspada karena tidak tahu mengapa perasaannya saat-saat ini merasakan kalau Ratunya tengah dalam bahaya. Roro terlihat begitu antusias ketika melihat berbagai macam buah yang tumbuh subur dan berbuah cukup lebat dan terlihat begitu menggoda. Dengan ilmu yang sudah dia pelajari, Roro langsung memanjat beberapa pohon untuk mendapatkan buah yang dia mau. Roro seperti seekor tupai yang tidak bisa berhenti meloncat-loncat dari pohon satu ke pohon y

