“Uuuh ....” Roro meringis sambil memijit pelipis, mengernyitkan kening, dan menatap sekeliling hanya menggunakan ujung mata yang masih perih walaupun masih melihat dengan pandangan samar. Samar! Roro langsung terbangun dengan cepat dan kembali menatap sekeliling, semuanya kembali seperti semula sekarang, tidak samar lagi! Akhirnya dia bisa melihat apa pun lagi. Roro mengerjapkan mata berkali-kali dan menggosoknya sedikit kasar karena masih belum percaya dengan apa yang terjadi, Roro mengangkat tangan, merenggangkan kelima jarinya membiarkan sinar matahari masuk lewat celah yang jarinya yang mulai ada di atasnya. “Ya ampuuun! Aku bisa melihat kembali! Horeee ... aku bisa melihat kembali!” Roro tersenyum dan melompat-lompat seperti anak kecil yang mendapat hadiah sebuah mainan yang selam

