Bab 18

1469 Kata

Bayu segera mendekat ke kerumunan saat menyadari Nabila sudah tak ada di kamar. Wajah Bayu seketika pias. Nabila terlihat olehnya sedang diamankan oleh petugas rumah sakit. Bayu menyibak kerumunan. Ia menghampiri Nabila tanpa mengindahkan tatapan aneh orang-orang yang berkerumun. “Nabila, kamu kenapa?” Bayu menyamakan tinggi kepalanya dengan kepala Nabila. Tangannya memegang dagu Nabila, memaksa istrinya itu agar melihat ke arahnya. Tapi, tatapan mata Nabila hanya sendu dan kosong. Bayu merengkuh mantan kekasihnya yang kini sudah menjadi istrinya. Rasa bersalah menyeruak begitu saja. Diakuinya memang dia abai sejak kehilangan Fahira. Hati Bayu dalam persimpangan. Sudut hatinya bahagia dengan kehamilan Fahira, namun dia sadar, selama ini tengah menyakiti Nabila dengan sikap abainya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN