Calla memegang gagang pintu kamarnya dengan erat, gadis itu tidak bersuara apapun dan hanya menatap Theodor dengan pandangan kosong. Sulit untuk Calla percaya di balik sikap Theodor yang tenang dan lembut itu semuanya adalah sebuah kepalsuan. Semakin sulit untuk Calla memikirkan jika kebersamaannya selama ini saat meluangkan waktu bersama Crisan juga adalah sebuah kepalsuan. Calla sudah tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa pada orang-orang di sekitarnya, hidup berat bagi Calla, namun kehidupan membuat Calla seperti sebuah lelucon. Melihat keterdiamana Calla yang tidak langsung mencecarnya, Theodor merasa seperti di tampar oleh perasaan malu. Theodor malu untuk berkata-kata, namun hatinya tidak tahan melihat kesedihan di mata gadis itu. Perlahan Theodor mundur dalam satu langk

