Dalam kesendiriannya Calla duduk terdiam memandang kosong bangku-bangku di depannya, lalu lalang orang-orang di sekitarnya terlepas dari pandangan Calla. Hawa dingin tengah malam terasa sangat kuat menusuk, Calla mengusap tangannya yang sedikit gemetar kedinginan. Perutnya terasa cukup sakit, tenggorokannya terasa kering. Gadis itu termenung, memikirkan banyak hal dan berusaha untuk melepaskan sedikit demi sedikit luka di hatinya dalam waktu yang cepat. Kepergiannya malam ini terasa seperti berlari dari kenyataan. Berat.. Berat untuk Calla hanya untuk bisa berdiri dengan tegak dan mengangkat kepalanya tanpa menangis, bahkan meski mulutnya berkata dia sudah memaafkan segalanya. Sulit.. Sulit untuk Calla untuk mengakui bahwa kini hatinya baik-baik saja meski mulutnya terus merapalk

