Theodor duduk sendirian memandangi taman rumahnya, sudah sehari berlalu Crisan pergi meninggalkannya. Rasanya masih seperti mimpi. Theodor hanya bisa diam dan termenung di penuhi pertanyaan mengapa Crisan harus pergi begitu cepat. Theodor masih bisa merasakan keberadaan Crisan di sekitarnya. Theodor masih bisa mendengar suaranya yang sering berbicara kasar dan kejam saat mengomelinya. Theodor masih bisa mendengar suara kursi roda yang berjalan, bayangan Crisan yang sering duduk dan menatap bunga-bunga di halaman rumahnya. Theodor masih ingat, dentingan nada terakhir yang Crisan mainkan karena bersemangat untuk kembali bangkit dan melakukan konser terakhirnya. Tanpa sadar Theodor tersenyum sedih setelah memikirkannya. Theodor meminum winenya untuk meredakan gejolak perasaannya yang

