“Kepercayaan adalah beban berupa tanggung jawab yang tidak bisa di langgar Aric.” “Apapun yang terjadi, aku akan percaya padamu Calla. Maka masuklah.” Aric meyakinkan. Calla menjilat bibirnya yang sedikit kering, perlahan gadis itu melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam. Aric segera menyalakan lampu ruangan, perlahan lampu-lampu itu menyala memperlihat apa yang ada di dalam. Beberapa hari yang lalu, saat Calla terluka, dia tidak memperhatikan semuanya dengan detail, namun kini Calla dapat melihatnya dengan detail dan jelas. Pandangan Calla mengedar melihat sebuah ranjang yang serba hitam ada di tengah-tengah ruangan, ranjang itu pernah Calla pakai. Di sisi ruangan terdapat lemari kaca yang di isi beberapa jenis senjata. Perhatian Calla terpaku pada sebuah piano yang berada di depa

