BAB 69: Sebuah Keputusan

1518 Kata

Theodor berdiri di antara orang-orang yang kini berdiri tengah melihat Anne yang tengah di makamkan. Orang-orang berpakaian serba hitam dan terdiam mendengarkan do’a yang di panjatkan. Theodor memasang ekspresi dingin di balik kacamata hitam yang dia kenakan, meskipun begitu, hatinya bergetar merasakan perasaan sedih. Theodor hanya bisa menarik napasnya dengan sesak, dia sudah memaafkan apa yang sudah terjadi. Memaafkan semua perlakuan Anne, ibunya yang sangat begitu menyakitkan. Ada banyak luka yang telah Anne torehkan, tidak ada satupun kenangan baik yang Theodor miliki dengannya. Satu persatu orang pergi pulang meninggalkan pemakaman. Theodor masih diam di tempatnya melihat makam Anne, Theodor tidak ingin menangis, dia juga tidak memiliki kata apapun yang ingin dia sampaikan kepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN