Harry berdiri di tempatnya, pria itu bernapas dengan cepat merasakan gemuruh detak jantungnya yang bergerak cepat memandangi Calla yang sudah lama tidak di temuinya. Dunia Harry terasa berhenti seketika, kini dia hanya terpaku pada Calla yang menatap kosong dirinya seakan tidak yakin apa yang di lihatnya hanyalah sebuah hayalan. Surai rambut Calla yang panjang menyapu lembut sisi wajahnya, kulit wajahnya yang pucat kedinginan itu berbanding balik dengan manic matanya yang gelap berkilaiauan. Gadis itu masih tetap sama seperti saat Harry pergi meninggalkan Neydish terakhir kalinya. Terlihat lemah dan rapuh, meski dia berdiri dengan tegak, Harry tetap masih bisa melihat ada beban dan kesedihan di sorot matanya.. Ada banyak kemarahan yang mungkin tidak akan pernah terucap di bibir mungiln

