Hari ini Ayaz terlihat bersemangat dan sudah rapi dengan setelan kemejanya. Ia menuruni tangga menuju meja makan untuk bersiap sarapan bersama kedua orang tuanya agar kuat menghadapi kenyataan hidup. Ayaz berjalan mendekati kedua orang tuanya yang sudah terlihat duduk di meja makan bersama. Ayaz menarik kursi tepat di hadapan ibunya membuat Hilda menautkan alisnya heran melihat kehadiran putranya yang biasanya bangun di siang hari dan melewatkan sarapan pagi. "Malam ini, putra Mama mimpi indah?" Hilda bertanya sambil menuang air putih kedalam gelas untuk suaminya Ali. "Ayaz malam ini mimpi indah dan tidur nyenyak Ma!" jawab Ayaz sambil menunjukkan senyum sejuta umat. "Ohh, pantes!" Hilda berbicara sambil menyibukkan diri dengan makanan di hadapannya. "Pantes apa?" Ayaz mengerutkan dahi

