Ayaz masih menunduk lemah di bawah kaki Hilda. Wanita paruh baya itu menghela nafasnya melihat tingkah putranya lalu menepuk pundak Ayaz membuat putranya mendongak menatap Hilda dengan raut memelas. Putranya benar benar berhasil membuatnya tidak tega. Ia mengangkat tubuh besar putranya agar berdiri dari duduknya. "Kenapa kamu yakin sekali Mama tahu dimana Sabrina?" Ayaz menatap ibunya yang hendak berlalu dari sana. Ayaz benar benar tidak akan membiarkan ibunya pergi dari sana tanpa menjawab dimana Sabrina berada. "Ayaz yakin Mama tahu dimana istriku!" Ayaz sudah berdiri menghalangi ibunya yang tampak ingin beranjak dari tempatnya. Terlihat Hilda menghela nafasnya lalu menatap Ayaz dengan raut sinis. "Katakan jika kamu bisa menemui istrimu. Apa yang bisa Mama pegang sebagai bukti kamu ti

