Malam hari Sabrina bertolak ke rumah orang tuanya bersama Ayaz. Ayaz tidak pernah melepas genggaman tangan istrinya. Ia benar benar tidak ingin Sabrina pergi meninggalkannya. Mereka masuk bersama ke dalam rumah. Saat baru tiba di ruang tamu, Sabrina bisa melihat kedua orang tuanya sedang duduk termenung membuat Sabrina merasakan kesedihan yang sama. Sabrina mendekati kedua orang tuanya membuat Amier menoleh melihat siapa yang datang. Amier bangkit dari duduknya melihat kedatangan putri dan menantunya. Amier memandang Ayaz tajam ia memang belum bicara pada menantunya tersebut. "Pa,," Sabrina memanggil lalu mendekat kepada Amier yang masih memandang Ayaz dengan raut tidak suka. Amier menoleh memandang putrinya membuat raut wajahnya seketika berubah menjadi sendu. "Papa gak kenapa kenapa k

