50.Madu

1826 Kata

Ayaz menggelengkan kepalanya ia tidak ingin Sabrina mengambil keputusan bodoh karena memikirkan Kalila yang mengandung anaknya. Sabrina tersenyum membalas tatapan prustasi suaminya. Ucapan Sabrina menjadi keputusan yang akan mereka lanjutkan. Sabrina terdiam merenungi keadaannya hingga ia menarik nafasnya lalu mengucapkan Bassmallah semoga keputusan yang ia ambil bisa membuat semuanya menjadi tenang. "A ... aku," Sabrina menunduk merasakan sesak di hatinya. Perasaan ego yang harus ia kesampingkan. memikirkan saudaranya yang sedang mengandung dan nasib keluarga besarnya. "Aku bersedia," jawabnya dengan jelas. Membuat semua orang disana terkejut dengan jawaban Sabrina. Ayaz memandang istrinya dengan wajah kecewa karena keputusan Sabrina yang bersedia di madu. "Nak, apa kamu sudah memikirk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN