52.Jangan pergi

2000 Kata

Wira tiba di sebuah rumah yang sudah Sabrina tujukan. Wanita itu turun membawa barang barangnya yang diikuti oleh Wira. Sabrina mendorong pintu rumah tersebut yang ternyata terkunci. Mungkinkah orang tuanya berdua menyaksikan pernikahan Kalila dan Ayaz batin Sabrina. Ia memencet bel rumah itu agar seseorang membukakan pintu untuknya. Tidak berapa lama seseorang membuka pintu rumah tersebut yang tak lain adalah ibunya sendiri memandang Sabrina terkejut. Wanita paruh baya itu terlihat memandang Sabrina dengan tatapan yang sulit di artikan. "Sayang kamu disini?" tanya sang mama menyambut kedatangan putrinya. Siska melirik pria yang berdiri disamping Sabrina membuatnya mengerutkan dahi mengapa putrinya bersama orang lain. "Maaf Ma, kenalin ini temen Sabrina. Bos di kantor yang selama ini Sab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN