Ayaz dan Sabrina tiba di Bandara Soekarno Hatta saat hari mulai sore. Ayaz tidak pernah melepas genggaman tangannya dari wanita pujaan hatinya. Senyum diwajah Ayaz tidak pernah luput dari wajahnya sepanjang perjalanan ia terus menuntun kekasih hatinya dengan lembut penuh kasih sayang. Sabrina jelas merasa bahagia ia baru tahu jika Ayaz memiliki sifat yang terlalu over protektif kepada dirinya tapi Sabrina merasa bahagia meskipun ia rasa kemana pun ia pergi Ayaz selalu ingin mengetahuinya. Mereka masuk kedalam mobil yang memang sudah menunggu kepulangan mereka. Ayaz meminta sang sopir untuk membawa mereka ke apartemen Ayaz. Tempat dimana Ayaz dan Sabrina tinggal selama ini. "Capek?" Ayaz menoleh memandang istrinya yang masih dan selalu cantik di mata Ayaz meskipun telah berjam jam didalam

