Perjalanan menuju ‘The City of Love’, 1958 “Kau ingat musik itu, Norma?” tanya Richard yang sedang menatap lurus ke jalanan tempat dimana seorang gadis muda sedang memainkan biolanya dengan piawai dan melantunkan musik lama yang terdengar familier. Kota terlihat cukup sibuk pagi itu. Jalanan di sekeliling mereka dipadati oleh orang-orang yang berkeliaran. Sementara itu, setelah berjalan keluar dari pintu stasiun, mereka memutuskan untuk duduk di lingkaran pancuran air yang letaknya di tengah-tengah kota. Tidak ada kendaraan yang berlalu lalang disana, namun ketika sampai mereka sudah disambut oleh suara musik yang menggema di setiap sudut jalanan. Rangkaian bunga dan lampu-lampu kecil menggantung menghiasi jalan. Bangunan-bangunan tuanya masih sama seperti yang diingat Norma kali terakh

