Perjalanan menuju ‘The City of Love’, 1918 Cahaya matahari pagi telah menyingsing di ufuk langit. Cahayanya membanjiri tanah berumput di bawah kaki mereka. Mary dan John berjalan menyusuri jalur setapak menuju pemakanan pagi itu. Setelah menghabiskan malam dengan menyaksikan cahaya bintang yang berkedip sembari berbaring di atas rumput hingga tertidur disana, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju makam tempat dimana orangtua John dikuburkan. Di sepanjang perjalanan menuju makam, mereka lebih banyak diam. Sesekali keduanya bertukar pandang, kemudian tersenyum pada satu sama lain, tapi kemudian mereka kembali menundukkan wajah. Tatapannya menekuri jalur berumput bukit rendah yang mereka lalui bersama-sama. “Kapan ayahmu meninggal?” tanya Mary untuk memecah keheningan yang

