Perjalanan menuju ‘The City of Love’, 1958 “Kau tidak melupakan resepnya, kan?” tanya Norma selagi Richard menemaninya berkemas. “Tidak. Sudah ada di sakuku.” “Bagaimana dengan dosisnya? Apa Joanne mengatakan berapa banyak yang harus kau minum?” Richard mengedipkan kedua matanya sebelum menjawab. “Ya, dua pil perhari.” “Sesudah atau sebelum terapi?” Kali ini Richard menghela nafas panjang dan dengan sabar menanggapi pertanyaan itu. “Sebelum dan sesudah terapi untuk meredakan efek sakitnya.” “Bagus. Aku akan mengatakan pada perawat itu untuk mengingatkanmu.” “Ya, Norma, aku tidak akan melupakannya karena kau selalu menyebutkan semua itu.” Norma menatap suaminya dengan gelisah. Di depan gedung seseorang yang siap mengantar telah menunggu mereka. Setelah berkemas, keduanya kemudia

