Elang berjalan menuju ruangannya seperti biasa bersama Tio tentu saja, sambil membicarakan sesuatu Elang membawa kopi hangat di tangan kanannya. Melangkahkan kakinya perlahan, terdengar suara langkah kaki mengikutinya sejak keluar lift tadi. Ia meletakkan kopi dan tasnya di atas meja, "Kamu boleh keluar Tio." Ucap Elang sambil membaca laporan yang sudah menunggunya. Tubuh Elang masih membelakangi pintu, lalu terdengar suara pintu tertutup, Elang membeku menatap dinding di hadapannya sambil tersenyum. "Kamu tidak punya kerjaan? Pagi-pagi datang ke ruangan saya." Ujar Elang melangkah menduduki kursi dan menatap laki-laki di depannya. Alric langsung menduduki kursi di depan meja Elang, "Kak, are you serious left this company to me?" "Why? isn't that what you want? Your mother want that,
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


