“Elena Arendea, maukah kamu menikah denganku?” Jantung Elena seketika berdegup lebih kencang begitu dirinya mendengar apa yang baru saja dikatakan Nathan Gauthier, kekasih hatinya. “Kamu .. serius ingin menikah sama aku?” ucapnya tak percaya. Nathan mengangguk seraya tersenyum, “Iya, Elena.” Nathan meraih tangan kanan Elena lalu mencium punggung tangannya sekilas. “Aku mau menjadikan kamu pendamping hidup aku untuk selamanya, sampai maut yang memisahkan kita berdua,” ucapnya serius. Elena tak merespon lagi, hanya terdiam sejenak seraya terus memperhatikan cincin emas yang masih tersimpan rapih di dalam sebuah kotak kecil berwarna merah berlapis beludru yang ada di hadapannya itu. Nathan lanjut bicara seraya menatap Elena khawatir, “Ada apa, Elena?” Elena tersenyum tipis dan menggeleng.

