Lamunan Elena seketika terhenti begitu dirinya mendengar suara pintu kamarnya diketuk oleh Nathan. “Elena? Aku boleh masuk?” tanya Nathan dari balik pintu. Elena beralih merapihkan rambutnya sejenak, “Iya, sebentar.” Elena membukakan pintu kamarnya sedikit untuk Nathan setelahnya, “Ada apa, Nathan?” “Ada yang mau aku bicarakan sama kamu,” ucap Nathan serius. “Soal apa?” tanya Elena bingung. “Soal yang .. cukup serius,” jawab Nathan—masih dengan raut wajahnya yang terlihat serius dan sedikit gugup. “Ayo masuk,” ucap Elena yang akhirnya memperbolehkan Nathan masuk kamar tidurnya. “Ada apa, Nathan?” tanyanya penasaran. Nathan menatap Elena tajam, “Dengan siapa kamu pergi tadi?” Skakmat. Tubuh Elena terasa membeku seketika. “Ah, itu, dengan teman kantorku,” bohong Elena yang terlihat mu

