Jin terkekeh geli, ketika Sam tanpa henti menjalankan bibirnya pada ceruk leher Jin tanpa henti. Belum lagi tangan Sam yang juga ikut menari dan menjelajah tanpa puas di mana pun ia suka. “Udah, Sam!” hardik Jin tapi sejurus kemudian ia kembali terkekeh. “Kita mau jemput Nares, kan!” Tersadar karena telah diingatkan, Sam lalu menarik diri. Mengeluarkan tangannya dari dalam kaos yang dikenakan Jin, lalu menghempas tubuhnya dengan helaan berat di samping wanita itu. “Bisa gak, ditunda minggu depan?” kekeh Sam yang masih saja belum merasa puas untuk mencumbu tubuh sang istri. Mendengar Jin menjeritkan namanya berulang-ulang, sungguh membuat Sam ingin mendengarnya lagi dan lagi. Kalau bisa, Sam ingin merekamnya dan akan mendengarkannya ketika ia tengah suntuk berada di kantor. Terlebih, k

