Di Sisa Usia

1234 Kata

Ketenangan sepasang suami istri yang tengah tidur berpelukan itu, terusik dengan suara telepon yang berdering tanpa henti. Rasa malas untuk membuka mata, dan berpisah dari rasa hangat yang membalut raga, membuat Sam enggan mengangkatnya. “Sam, angkat,” titah Jin dengan rasa malas yang sama. Siapa, kiranya yang menelepon Sam di jam tidur seperti ini. “Hapemu berisik.” Jin menarik diri dari pelukan Sam. Membalik tubuhnya memunggungi sang suami, lalu menarik selimut hingga sebatas leher. Mau tidak mau, helaan kesal tersebut Sam loloskan dari mulutnya. Rasa hangat dari tubuh Jin yang menempel padanya kini sudah tergantikan dengan selimut yang tidak memberi sebuah kenikmatan sama sekali. Sam menjulurkan tangan untuk meraih ponselnya. Sekilas, ia melihat jam digitas yang berada di atas nakas.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN