Tes Dulu

1300 Kata

Sam sengaja menubrukkan tubuhnya pada pada punggung Jin yang tengah berdiri di balkon menikmati malam. Dengan cepat, satu lengannya sudah mengalung pada leher jenjang yang selalu tampak menggoda. Satu kecupan pun Sam jatuhkan pada pipi Jin sekilas. “Kamu ngomong apa sama mami, siang tadi?”  Jin langsung merebahkan kepalanya pada dadà Sam. Menghirup dalam-dalam aroma malam yang terasa menyegarkan. “Banyak,” jawabnya singkat. Sam kembali menjatuhkan satu kecupan. Namun, kali ini ia menyambar leher jenjang sang istri yang benar-benar tampak menggoda. “Belum sampai sehari ngobrol sama mami, tapi kamu sudah bisa buat beliau nerima Nares.” Jin tersenyum miring penuh kemenangan kali ini. Meskipun Manika masih terlihat canggung menghadapi Nares, tapi, Jin yakin, kalau kepintaran dan kepolosan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN