Jin tidak mengerti, hubungan seperti apa yang kini dijalaninya bersama Sam. Jin bisa menjadi sangat panas jika berada di ranjang. Namun, sifat Jin kembali dingin dan cenderung tidak acuh pada pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu, ketika sudah berada di luar. Saat sarapan pun, Jin selalu turun untuk makan terlebih dahulu seperti yang sudah-sudah. Lalu, kembali lagi ke kamar untuk mempersiapkan segala perlengkapan bekerjanya. “Jin,” sapa Sam yang baru keluar dari walk ini closet. Pria itu masih menggunakan baju santainya dan baru hendak turun ke bawah untuk sarapan. Namun, karena Sam melihat sang istri yang tengah memasukkan laptop ke tas ransel, ia pun menghampiri Jin lebih dulu. “Kamu bisa ambil cuti lagi gak?” “Cuti? Mau ngapain?” Jin menarik resleting untuk menutup tas ranse

