Anggreni lagi-lagi meringis, dia berusaha menahan Anggasta yang berniat menghabisi Rendy, padahal Rendy mengalah, tidak melawan apalagi membalas pukulan yang Anggasta berikan. “Angga, stop!” teriak Anggreni, napasnya mulai tidak teratur, rasa sesak mulai menghampirinya, menyiksa dia secara perlahan. “Mama,” panggil Bella menarik perhatian Anggasta. Pria itu bergegas mengangkat tubuh Anggreni yang melemah, menatap tajam Rendy penuh peringatan. Dia tidak akan membiarkan Rendy begitu saja. “Ck, lagi-lagi kamu membuat kesalahan besar, Daneswara,” gumam Rendy tersenyum miring. Semakin sering Anggasta marah semakin mudah dia menarik perhatian Anggreni. Anggasta menghela napas, guna menenangkan hatinya yang terasa panas. Dia tidak suka melihat Rendy yang berani menggandeng tangan Anggreni, me

