BAB 46. Kerinduan

1215 Kata

Anggasta benar-benar tidak tinggal diam. Dia mencari orang-orang yang sudah membicarakan Anggreni sampai membuat wanitanya itu kepikiran. Anggreni mungkin diam saja tanpa membalas tetapi tidak dengan dia. Anggasta tidak akan diam saja istrinya diperlakukan dengan tidak baik. Bahkan Gabriel yang menghina istrinya saja tidak akan dia biarkan begitu saja. “Gimana?” tanyanya pada tangan kanan yang dia suruh mencari tahu tentang Gabriella. Anggreni bisa membalas dengan elegan tanpa menyentuh maka Anggasta akan menjatuhkan tanpa bertemu. Dia masih mengingat semua perkataan Gabriella dulu padanya. Dia tidak masalah direndahkan, karena pada saat itu dia memang pantas menerimanya, tetapi untuk Anggreni, dia tidak akan diam saja. Anggreni terlalu berharga untuk direndahkan. Pria berpakaian hitam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN