Kisah mereka dimulai dari satu tempat yang tidak asing. Awal pertemuan yang tidak disengaja. Mereka tidak pernah saling mengenal sebelumnya, Anggasta hanya mengamati Anggreni dari kejauhan, memperhatikan tanpa berniat mengajaknya mengobrol. Anggreni bertindak seperti dulu, menikmati setiap langkah yang dia ambil. Menyusuri rak buku guna menemukan yang sesuai dengan yang dia harapkan, sementara di kejauhan Anggasta mengawasinya. Pria itu tersenyum, merasa kembali ke masa-masa sulit, dia yang merasa rendah dan tidak berani mendekati Anggreni. Sampai pada hari Anggasta menyelamatkannya saat hampir ketimpa rak yang jatuh. Anggasta menarik tubuh Anggreni mendekat, memeluk erat pinggang wanita yang berstatus jadi istrinya itu. “Ih, gak seperti ini,” protes Anggreni. “Terus gimana?” tanya pri

