Rendy masih tidak menyangka informasi yang baru dia dengar, seolah dia diberi hukuman karena pernah menyia-nyiakan Anggreni hanya karena dia terobsesi dengan kecantikan Gladys. Dia akui, dia menyesal meninggalkan Anggreni yang begitu tulus demi obsesinya yang hanya sementara. “Jawab aku, sejak kapan Anggreni sakit?” tanya Rendy mencengkeram lengan Gladys. Wanita itu meringis, kenaapa Rendy terlihat marah? “Aku juga baru tau setelah bertemu sama dia Ren,” balas Gladys. “Ren, lepasin, sakit.” pinta Gladys, Rendy melepas cengkeramannya, yang sudah pasti berbekas di kulit putih bersih Gladys. “Kenapa gak pernah memberitahu aku?” tuntut Rendy seolah dia perlu mengetahui hal itu. “Ren, memangnya siapa yang udah buat hubungan persahabatan aku dengan Anggreni rusak? Kamu yang udah buat aku be

