Naina mendapat panggilan telepon dari pemilik kontrakan. Dia mengeluh karena banyak laki-laki heboh dan protes kehilangan jemuran. Naina menahan tawa dan hanya terkikik sampai Nurmala heran memandangnya. Mereka sampai mendapat teguran dari tetangga karena tiangnya menjadi bahan untuk aksi jahilnya. Naina hanya menjawab kalau sedang iseng bersama penghuni kontrakan yang lain. Sekedar bermain dan tegur sapa. Naina mendapatkan saran untuk berhati-hati saat pulang. Para laki-laki itu pasti aka membalas perbuatannya. Naina tidak takut justru merasa senang. Lebih banyak berkomunikasi, lebih banyak teman, lebih membuatnya merasa hidup dan tidak sendirian. "Telepon dari siapa, Na?" tanya Nurmala yang sedang mengerjakan sentuhan terakhir dari laporannya. "Dari orang baik yang bantu gue da

