Panas terik di sore hari tidak membuat semangat Naina pudar. Dia datang ke restoran tempat Rika bekerja. Sudah lima belas menit mengumpulkan niat dan beberapa prasangka baik. Akhirnya melangkahkan kaki masuk restoran. Dia melihat Rika yang sedang bekerja. Mereka saling menegur sapa dari kejauhan. Naina semakin semangat saat Rika memberi senyuman sebagian dukungan. Tidak disangka dia bisa bertemu langsung dengan pemilik restoran. Memperlihatkan latar belakangnya dan menceritakan jati diri dengan jujur kecuali jika dia sudah menikah. Sedikit memberi hasutan agar dikasihani. Dia mengatakan sangat membutuhkan pekerjaan. Bekerja paruh waktu memang hal yang sulit, tetapi tidak mustahil. Naina ingin mewujudkan mimpinya lewat bekerja. Tidak lupa apa kata pemilik kontrakan itu Naina terapkan

