Lupakan kesedihan dan buat sejarah baru untuk diri sendiri. Pulang dari kampus Naina letih. Dia tidak berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu singkat. Malam ini bermain handphone si kamar. Melihat beberapa lowongan pekerjaan, tetapi tidak da tempat yang menerima pekerjaan paruh waktu. Naina mendesah pasrah untuk itu. Sampai lupa belum makan dan minum. Dia tidak akan ingat jika perutnya tidak berbunyi. Naina menuju dapur mencari sesuatu untuk dimakan. Hanya ada satu mie instan. Naina pikir itu milik Rika. Naina tidak jadi membuatnya. Menghitung uang yang tidak akan cukup jika dipakai makan. Sedangkan kebutuhan kuliah lebih dari itu. Naina berpikir sangat keras. Dia keluar dari rumah kontraknya. Sekedar jalan-jalan seperti yang dia lakukan di kompleks. Tidak terasa kakinya menuju k

