48. Kembalinya Arya dan Senyuman

2554 Kata

 Jika menemukan satu jarum dalam tumpukan jerami itu mudah, maka Naina sudah berhasil sejak tiga hari yang lalu. Sayangnya jarum kesayangannya itu hilang tak berjejak. Biarkan jari lelah mencoba segala cara di media sosial. Orderannya terbengkalai membuat kualahan rekan kerjanya. Musim pancaroba semakin menjadi penghalang dalam pencarian, akhirnya Naina jatuh sakit. Hanya demam biasa, tapi jadi luar biasa lantaran otaknya selalu memikirkan seseorang. Obat di meja kamar, nasi hangat dan ayam goreng mengeluarkan harum menggoda, Rika duduk di kursinya, Naina terbaring tak mau tidur ataupun minum obat.  "Na, makan dulu, yuk. Perut lo gepeng dari kemarin belum makan. Habis itu boleh minum obat. Gue yang panik, nih takut lo kenapa-napa," pinta Rika merengek.  Membuka matanya selebar kancing ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN