Epilog

4978 Kata

 Seindah musim semi di lapangan. Pohon-pohon besar itu mulai menumbuhkan hijau kecil di setiap pucuknya. Bunga rumput juga tumbuh liar. Semerbak hawa murni dari keanggunan esok hari. Pesonanya mampu menarik setiap serangga yang lewat. Sayangnya hanya ada satu orang yang terpikat, yaitu sang penyandang gelar pangeran kampus yang baru saja melepas gelarnya. Tepatnya hari ini sebelum wisuda dimulai.  "Satu petik buat Naina. Satu lagi buat gue. Satunya buat...," kata Zaka menggantung.  Jongkok memetik bunga rumput satu per-satu yang masih berembun. Senyumnya mengembang sempurna untuk petikan terakhir. Semakin sempurna sampai tak bisa menahan tawa. Meninggalkan tempat saat matahari mulai bersinar lebih terang.  Gedung megah bertabur setiap rasa dari wajah-wajah cantik dan rupawan. Toga terse

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN