Pintu sudah terbuka ketika Naina datang. Ada motor Arya yang terparkir sendirian. Namun, Arya tidak ada di tempat futsal. Kosong dan hampa, hanya terdengar suara sepatu Naina yang kembali melangkah keluar. "Arya, lo dimana?" teriak Naina menyusuri tepian lokasi. Celingukan sambil meremas ujung ransel-nya. "Arya, jangan nakutin gue, dong. Motornya ada tapi orangnya kagak ada. Gue udah datang ini," Naina kembali berteriak. Tidak sadar sudah tiba di halaman belakang. Dia terkejut melihat Arya berdiri menatap tanaman bunga sepatu yang terawat rapi. "Eh, ngagetin aja berdiri kayak patung. Dipanggilin dari tadi nggak denger?" Naina mendekati Arya yang masih tak berpaling dari bunga merah yang merekah di depannya. Naina heran memandang Arya dan bunga itu bergantian. Sampai akhirnya Arya

