Pertama kalinya Nurmala datang ke kamar kontrakan Naina. Wajar saja dia melongo sampai tidak melihat Naina yang datang. "Kenapa? Kecil, ya?" Naina berdecih tanpa suara lalu berbaring di samping Nurmala. "Wahh, gaya hidup lo berubah. Walupun lo emang sederhana tapi ini lebih sederhana lagi. Cuma ada lemari, ranjang, sama meja-kursi kecil? Ukuran kamar pun kecil. Terpana gue!" Nurmala menggeleng pelan. Naina terkekeh, "Yahh, beginilah gue sekarang. Biasa aja, jauh dari rumah ada enaknya, kok." Nurmala menoleh, "Mata lo jelek, Na. Cuci muka sana." Naina mengerti sindiran Nurmala. Dia duduk mengambil napas panjang dan membuangnya kasar, "Gue nggak nangis, kok. Cuma keluar air mata dikit. Sampai ngehalu ada Arya tadi, haha. Gue parah, ya?" mengusap kedua matanya dengan ibu jari. Nu

