41. Pengunduran Diri

2576 Kata

 Dalam pelukan hujan menyelimuti lingkaran mahasiswa di gasebo. Awan mendung masih tak ingin pergi. Mata tajam itu semakin memerah seakan menahan tangis. Tanpa berkedip memandang Naina yang sudah diakuinya tanpa paksaan.  Naina tidak tahu harus senang atau sedih. Dia hanya bisa terpaku membalas tatapan Arya. Hatinya bergemuruh seperti petir yang menyambar pelan. Setiap kamera masih merekam jelas, mereka syok berat.  Kesaksian besar yang tak terduga. Berapa banyak hati yang tersakiti? Zaka menggeleng cepat menolak kebenaran itu. Kejadiannya berarti sudah terlalu lama dan Arya pura-pura tidak menjalin hubungan bahkan seserius ini dengan Naina.  Petir menyambar lagi lebih pelan dari sebelumnya. Zaka berdiri menarik tangan Naina yang satunya. Karena Naina tidak menoleh, Zaka menariknya lebi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN