42. Zaka Keras Kepala

2595 Kata

 Rika tidak bisa tidur walau matanya dipaksa terpejam. Hujan ternyata lebih deras dari kemarin siang, hanya saja tidak menimbulkan gemuruh petir.  "Na, gue laper. Makan mie instan kayaknya enak," pinta Rika setelah duduk.  Naina membungkus dirinya dengan selimut dan jaket tebal. Dia seperti membeku di balik selimut, "Iya, enak banget. Aduh, anget-anget gitu, ya. Bikinin dong, hehe."  "Lo dong yang bikin. Kaki gue udah kayak dipaku bumi, nih." melirik kakinya yang tidak bisa digerakkan.  "Hahh, lebay lo! Bilang aja males. Yaudah tunggu bentar gue bikin yang pedes sekalian. Cabenya dua puluh, hahaha!" tawa Naina jahat.  "Sekilo sekalian, Na!" teriak Rika saat Naina keluar kamar.  Tidak lama kemudian dua mangkuk mie instan hangat penuh dengan cabai hijau yang dipotong-potong sudah datan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN