Mata berkilau bak air terpancar cahaya matahari itu mendadak sipit karena lelah menangis. Duduk di pojokan ruang penyimpanan bola, sembunyi dari Arya. Lily pun heran kenapa dia sesedih itu. Sayangnya bayangannya terlihat jelas sehingga Arya menemukannya. "Ngapain nangis?" tanya Arya dengan suara lembutnya. Lily tersentak langsung menghapus air matanya dan ingin kabur. Arya mencekal tangan Lily, "Gue kesini mau hibur lo. Kok, malah kabur?" Lily berpaling, "Diam lo, Arya. Daripada hati gue sakit mendingan lepasin tangan gue. Puas udah lihat gue berantakan?" suara seraknya masih jelas terdengar. Arya tersenyum, "Orang lagi sedih kenapa gue seneng?" seolah membujuk, Arya menghadapkan Lily padanya. "Lo... Segitu sukanya sama gue, ya? Sampai sedih begitu?" "Nggak usah nanya, nggak usa

