Keluar dari ruang kepala sekolah, Chaca, Gisa, dan Jenny sudah tidak ada di kursi tunggu, mungkin mereka masuk kelas. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, azan dhuhur pun terdengar dari menara masjid sekolah. Firza sudah melengos pergi dengan wajah muram. Sama sekali tidak menaruh perhatian pada Nayla, padahal mereka sudah bermaaf-maafan di depan kepala sekolah tadi. Yoga juga menghampiri Nayla. "Aku duluan, Nay," pamitnya sambil tersenyum simpul. "Makasih, Yog." Nayla membalas senyum Yoga. Edwin mencebik sebal melihat Yoga dan Nayla berbalas senyuman dan mengobrol akrab. Sebelum membalikkan badan, Yoga melirik Edwin sekilas, lalu berjalan cepat keluar dari area kantor. Tinggallah Edwin dan Nayla di teras berdiri berhadapan. "Maafin aku, Nay. Ini semua salahku. Kasih aku k

