Keputusan

1754 Kata

FIRZA terus berjalan mengikuti langkah cepat Edwin hingga sampai di belakang gudang tua. Mereka berdiri berhadapan. Ia menanti Edwin membuka suara, berusaha bersikap tenang, meski sebenarnya takut cowok itu akan menyakiti. “Jadi, puas kamu?!” bentak Edwin. “Iyalah. Aku lagi happy banget. Pasti cewek songong itu lagi nangis-nangis membayangkan nasibnya yang udah di ujung tanduk. Hahaha! Kamu pikir aku main-main sama omonganku?” Firza tersenyum sinis dengan tangan bersedekap di daada. Wajahnya sangat ceria membayangkan Nayla sedang menangis ketakutan entah di mana. Edwin mengikis jarak dengan Firza hingga wajah mereka saling berdekatan. “Justru aku dan Nayla semakin dekat, malah bisa jadi kami langsung ke KUA setelah ini.” Bola mata Firza melebar, senyum di bibirnya seketika luntur.  Ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN