Kalut

1470 Kata

Nayla merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur. Lembutnya sprei dan sarung bantal, serta belaian sejuknya suhu dalam kamarnya menciptakan rasa nyaman dan tenang. Ummi. Sekelebat wajah bersama pelukan hangatnya begitu ia rindukan. Sosok wanita kuat yang telah mengandungnya dalam kesendirian dan membesarkannya penuh kasih sayang. Hanya untuk sosok itu tangis dan kesedihan patut dipersembahkan. Betapa ia merasa sangat bersalah telah m*****i kepercayaan sang ibu dengan menjalin kasih dengan seseorang.  Tidak. Tidak akan lagi membuka hati untuk siapa pun. Tapi secara jujur, hatinya jadi terasa hampa. Beberapa waktu terakhir ada seseorang yang hadir mengisi hatinya dengan berbagai perhatian. Menemani dan menungguinya bimbel sehingga ia tidak sendirian, menguatkan saat ia berkali-kali patah se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN