Hari-hari Edwin terasa sangat hampa. Ia tidak bersemangat melakukan apa-apa, baik saat di rumah maupun di sekolah. Yang ia lakukan hanyalah stalking akun sosmed Nayla. Keisya sampai terheran-heran melihat perubahannya. Keakraban yang beberapa waktu terakhir terbangun bagus, kini seolah berjarak lagi. Ia pun bingung mencari penyebabnya. Kalau di sekolah, Edwin selalu mencari-cari kesempatan menemui cewek itu, tapi dengan terang-terangan Nayla selalu menghindarinya. Bahkan perpus yang biasanya menjadi tempat favorit Nayla nongkrong, sekarang sepertinya jadi salah satu tempat yang sudah di-blacklist dari cewek itu, sebab ia tidak pernah lagi menemukan cewek itu di sana. Demikian juga hari itu, hari senin selepas upacara bendera, ia rela tidak masuk kelas demi melihat Nayla bersama Pak Dam

