65

955 Kata

Polisi berdatangan dari segala penjuru. Ken sudah menyerah, ia tidak bisa berkutik lagi. Nafasnya terenggah dan darah di keningnya menetes pelan. Martin menatapnya dengan tajam dan segera memborgol tangan Ken. Sementara Pink hanya terdiam, tercengang tak percaya dengan kenyataan yang terjadi di hadapannya. Matanya menyusuri jalanan dan kerumunan mencari keberadaan Bintang yang tak ia temukan. Pak Santos dan Bebi menyeruak keluar, berlari menuju Pink yang syok. Mereka berdua memapah Pink masuk ke dalam rumah. Pak Santos sempat memandang Ken dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan, ia menghela nafas panjang berkali-kali. Terlihat titik air mata di sudut matanya. Mereka bertiga sudah tidak memperdulikan kericuhan di luar. Bebi mengambilkan air minum untuk Pink. Pink menepis gelas yang disug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN