Martin menghentikan mobilnya di depan rumah Pak Santos. Malam itu angin dingin berhembus melalui sela-sela jendela mobil yang perlahan ia buka. Rumah Pak Santos masih terang, sepertinya penghuni rumah masih terjaga. Martin turun dari mobilnya. Ia bersandar di pintu mobil sambil memandangi langit malam itu. “Kapan semua ini akan selesai?” Gumamnya. “Ah, bukan itu yang harusnya aku pikirkan tapi bagaimana semua ini akan berakhir.” Sesaat kemudian sebuah mobil melaju dari sebelah kanan, mobil sedan berwarna putih yang dikendarai dengan pelan. Martin tidak terlalu memperhatikan mobil yang ternyata berhenti di ujung jalan. Pintu rumah Pak Santos dibuka dari dalam. Kepala Pink melongok keluar dari dalam rumah. Ia keluar pelan-pelan sambil melihat sekitar. Ia mengernyitkan wajahnya saat meliha

